Kamis, 30 September 2010

Lirik beberapa hari ini

Kamis, 30 September 2010

Sepertinya saat ini dan akhir-akhir ini saya merasa lagu ini menjadi istimewa. Entah kenapa. Dan karena itu saya memposting lirik ini di blog saya!

Selamat membaca dan selamat bernyanyi!


I think I Lyrics (Full House OST)

Singer: Byul / Romanization by Kreah

Kurolli optago anilkkorago midotjyo hmmm..
Naega gudael / saranghandani maldo andwijyo hmmmm..
Kwae-nhan jiltu-il-kkorago / naega wiro-un kabodago
Jashinul so-kyom-watt-jiman / ije donun nan / kamchul suga onnun-golyo

Chorus
I think I love you kuron-gabwayo
Cause I miss you kudae-man omsumyon
Na(n) (a)mugotdo mo-thago jakku
(u) saeng-gang-nago iron-gon bomyon amu-rae-do
I’m falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipun gose aju kuke jarichamun kudaeye mosubul ijen puwayo
Urin ano-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…
Hanabuto yolkae todaeche mwo han-ge-rado mannunke onnunde
Ottohke sagwil su-in-nyago / maldo andwaenu-nae-girago
Malhamyo dullo daet-jiman / ijedonun nan / kurogiga shi-rhun-goryo

Repeat Chorus
Nan mollatjyo kudae-ranun-gol wooohh..
Wae monbwatjyo baro apinde hoo yeah..
Kudong-an irohke baro nae-gyote issonnunde
Wae ijesoya sarangi bo-inun-gonchi hooohh..
(Naege sarangul chumyon andwenayo
Gudae chongmal andwenayo
Ijenun kudae-rul itorok sarang-hanunde)

Repeat Chorus

Also credit: http://kreah-craze.com/list-of-korean-romanized-lyrics/



English Translation
Song Title: I Think I (Singer: Byul)
Lyrics Translated by Sang / also credit http://kreah-craze.com
I believed it couldn’t be (oh)
That I loved you, it doesn’t make sense (oh)
That it was idle jealousy, That I was lonely
I tried to lie to myself, but I cannot hide it no longer
Chorus:
I think I love you, I think that’s what it is
’Cause I miss you, whenever you’re not around
I cannot do anything
And I keep thinking of you
Whenever I realize this, I think
I`m Falling For You~
I’m falling for you
I didn’t know, but now I need you
Suddenly, deep in my heart
I can see where you’ve settled
-Interlude-
We’re an odd couple, being friends is the best (oh)
Nothing about us matches
How can we date, it’s crazy talk
So I said and contrived, but I don’t want to do that no more
Repeat Chorus
Repeat chorus
Why didn’t I know, that it was you (oh)
Why didn’t I know, you were right in front of me (oh)
All this time you were right by me
Why do I only see the love now (oh)
Repeat Chorus
Repeat chorus

Source

Selasa, 28 September 2010

Tips Membasmi Stress

Selasa, 28 September 2010

Kali ini saya akan berbagi tentang cara menghilangkan stress sekaligus mengurangi pikiran-pikiran buruk yang berseliweran di otak anda. Tentunya, cara ini sangat ampuh untuk saya. Dan patut anda coba.
Caranya:

-Buka Blogger.com
-Jika anda belum mempunyai akun di situs tersebut, segera buat
-Klik 'Dasbor'
-Pilih menu 'Entri Baru'
-Tuliskan semua yang terlintas di pikiran anda saat itu. Ingat. Semua. Sekali lagi. SEMUANYA, tanpa terkecuali dan tanpa tersisa.
-Setelah selesai, klik tombol 'Save Now'
-Pertimbangkan untuk menerbitkan tulisan tersebut untuk dibaca orang-orang dari seluruh penjuru dunia atau tidak. Jika ya, Pilih 'Terbitkan Entri'
-Selesai

Beban pikiran pun berkurang.
Saya menamakan ini sebagai 'Pensieve Dunia Muggle'.

Semoga cara ini juga berhasil juga untuk anda.
Selamat Mencoba!
^^

***

Seminar Kaskus

Senin, 27 September 2010

Waah! Ada Mimin di Kampus gue!

Yea Im so excited for attending the Freedom Of Speech seminar with founder of Kaskus today.
Jadi walaupun hari ini sebenernya kuliah siang, tapi gue cukup membela-belain untuk dateng pagi demi melihat presentasi sang mimin.

Dan karena para panitia bilang kalo seminar mulai pukul 8.30, jadi gue dengan rajinnya berangkat dari rumah pukul 8 lewat. Tapi walaupun gue dateng ke kampus tepat waktu, tetep aja seminarnya ngaret. Tambah lagi, ada yang bikin gue tambah keki. Orang yang udah cape-cape ditungguin, tapi tu orang yang telat malah ga nyadar dan tanpa rasa bersalah marah-marah ke kita berdua. Hhhh...
Tapi Untung sabar tu si Gama. Tapi kayaknya si emang dia agak gak terlalu peduli juga sama seminarnya. Dia aja gak mau pas gue ajak naik lift bareng mimin pas om andrew dan gerombolannya dateng dan berjalan tepat di seberang gue duduk. Alhasil abis gue jambak-jambak tu orang.
Tapi rasanya dia mau menebus rasa bersalahnya dengan ga mau gue ajak naik lift dengan menemani gue duduk paling depan pas mimin presentasi.Padahal yang lain ga mau. Hiks. Makasih banget, gama. Lo memang baik hati dan tidak sombong.
Haa gue emang ngebet banget mau duduk di depan. Kenapa coba? Karena gue ingin melihat dengan jelas dan mengambil fotonya dengan sempurna. Kalo jauh mana keliatan coba?
Alhasil gue duduk di barisan kedua dengan bangku kosong di depan gue. Jadi siapapun yang ada di depan bisa terlihat dan melihat gue dengan jelas!
Sip!


Dan selama kurang lebih dua jam, gue cukup puas memandang, mendengarkan dan memperhatikan apa yang dijelaskan pembicara serta mengabadikan dia dalam beberapa foto.
Ini dia hasilnya:

Keadaan Sebelum Acara dimulai

Susahnya mendapatkan foto mimin










Are you looking at me?
Hiburan dari KMM


Ihiy



Sayangnya gue ga sempet merekam saat dia berbicara. Benar-benar sayang....
Kenapa?
Yah, tentunya karena gue terlalu asyik mendengarkan mimin sampai gue lupa lautan.

Overall, acara hari ini asik, meskipun sempet ngaret selama 50 menit. Gak nanggung-nanggung aja gitu ngaretnya. Kenapa gak di genapin aja ya sekalian jadi 60 menit. Zzzzzz.

Tapi cukup termaafkan sih, ngaretnya, karena mereka telah melangsungkan acara menarik ini sampai akhir.
Mimin aja sampe ngetwit dan mengunggah foto tentang seminar ini segala. Dan ada gue disitu!!!! Aaaaakh!!!!
Ga percaya? Lihatlah sendiri
Disini

***

Dan seminarnya pun selesai.
Selanjutnya gue harus melanjutkan perjuangan di kampus menunggu kelas pertama beberapa jam yang akan datang.
*Sigh...


FYI buat yang belom tau: Mimin itu maksudnya Admin. Sebutan untuk Admin Forum di situs Kaskus.us Yaitu Mas Andrew Darwis.

Kamis, 23 September 2010

Terlunta-lunta

Kamis, 23 September 2010

Hari ini gue cuma kuliah satu matkul.
Padahal dari rumah gue udah niat-niatin ke kampus mau masuk kelas walau cuma satu.
Tapi ketika udah sampai di sana, lama nunggu anak-anak sendirian, dan pas baru masuk kelas+duduk bentar, tiba-tiba ada dosen cowok masuk.
Dan dia bilang begini: "Ini kelasnya pak X (dosen gue) ya? Pak X-nya gak masuk, dan kelasnya mau saya pake"
Gubrak!
Semua yang ada di kelas itu langsung keluar.
Dan gue harus pulang lagi dengan tangan (dan kepala) hampa.
Satu-satunya mata kuliah, dan ternyata harus batal.
Nice! hari itu hidup gue tanpa tujuan.



Akhirnya gue malah ikutan daftar seminar kaskus. Katanya sih ada mimin. We'll see, okay?


***

Karena Hari ini Mba Tata, (Pacar abang gue) ulangtahun, dan gue+nyokap udah janjian mau ke sana nanti malem buat nganter kado buat dia.
Tapi ternyata dari sore (kayaknya sih, karena gue tidur terus :p) ujan ga berhenti sampai malem, jadi setelah nyokap pulang dari rumah sakit (Nengok sepupu gue), kita musti nunggu hujannya berhenti.

Untunglah ujannya segera berhenti dan kita bisa berangkat sekitar jam 7.
Dan ternyata genangan air dimana-mana!

Tambah lagi, jalan macet luar binasa. Dari mulai kostrad sampe Cipulir. Karena terhambat banjir di depan pasar swadarma. Errrgh, bikin ga sabar. Mana mata pedih banget kena asep pas metro mini yang gue naikin berhenti bersama kendaraan lain.

Macet di depan Kostrad

Banjir di Swadarma

Banjir di Swadarma


Setelah sekian lama, akhirnya bisa sampe juga di perdatam. Bersyukur banget rumahnya ga jauh-jauh amat. Kalo masih jauh bisa teler duluan gue di dalem bus. -_-"

Happy birthday!

***

Senin, 20 September 2010

Hari Pertama di semester 3


Senin, 20 September 2010

Hari ini hari pertama gue di semester 3!
Waa udah setaun lhoo gue kuliah. Tapi kenapa masih gini gini aja ya?
Hmm...

Okay, stop talkin about my skill and or my intellectuallity.
Back to my story.

Hari ini, jadwal kuliah gue benar-benar kurang menyenangkan.
Yah, anggapan awal si begitu. Gimana engga? Matkul pertama hari ini, masuknya jam 13.25. Hegh. Lagi panas-panasnya, gerah pula. Wiiiw mana tahan. Eits, tapi itu baru prasangka.

Setelah dijalanin, ternyata asik juga. Banyak yang bisa gue lakukan sebelum kuliah. Termasuk menulis. Hihihi. Gue jadi bisa update blog ini pagi-pagi deh.
Asik asik.



***

Pukul 1 siang, gue tiba di kampus setelah perjalanan yang naujubilah panasnya. Tapi alhamdulillah hari ini jalan ke kampus lancar car!
Senang riang hari yang kunantikan.

Di kampus langsung ketemu sama si gamcong. Jadi kita ngerumpi aja di BAAK berdua bareng satu orang yang lagi sibuk sama lepinya di sebelah gue. Gue yakin pasti dia nguping rumpian gue sama gama deh *Sotoy gela gue*.
Abisnya gimana ya. Sejak gue dateng dan membuat lapak itu jadi rame, tu orang yang namanya tak boleh disebut *Ya gak boleh disebut lah, wong tau namanya juga engga* itu ga pergi-pergi juga dari situ. Kan kalo dia terganggu harusnya dia cepet-cepet ngibrit kan. Eeh, itu malah dia tetep aja asik buka kaskus *Ups, ketauan ngintip deh gue*. Dan udah gatel mau ikut rumpi pastinya. Wehuehueheuhe.

Gak lama, si icak maricak datang. Dan kami bertiga naik ke atas untuk melihat lokasi kelas kita yang pertama di Lab IT Suport 1. Tapi setelah capek capek naik ke lantai 3, ternyata Labnya masih dikunci. How cool!
Jadi kita bertiga turun lagi dan berjalan menuju Mushola mengantarkan icak yang mau sholat zuhur.

Karena saat icak datang sambil membawa kabar bahwa parkiran motor luber kemana-mana, maka gue yang penasaran inipun sangat ingin mengecek kebenaran kabar tersebut. Dan disanalah kami bertiga yang melewati jalan memutar untuk melihat parkiran motor. Saat gue datang tadi, gue memang belum sempet liat karena gue langsung masuk ke BAAK tanpa belok kanan maupun kiri. Jadi gak menemui fenomena yang dikabarkan si Icak deh. Makanya saat mendengar kabar itu, gue merasa perlu untuk melihat dengan mata kepala gue sendiri *Aduh, apa sih ini. Belibet bin berlebay ya*.

Tapi ternyata berita itu benar!!!!!!
Motor ada dimana-mana. Sekali lagi. Dimana-mana!!!!! Dan itu gak sedikit. Buanyaaak buanget.
Sumpah. Jauh banget bedanya sama pas gue semester 1.
Kayaknya gak segininya banget deh.
Emangnya mereka nerima berapa puluh ribu mahasiswa sih????? Sampe ada begini banyak motor.
Ohmaigat. Bener-bener sepet mata gue ngeliat motor dan motor.


Yah, terserahlah. Silahkan pikirkan sendiri bagaimana cara menampung semua manusia yang sekian ribu itu beserta kendaraan-kendaraan yang jumlahnya berbanding lurus dengan pertambahan mahasiswa di kampus ini.
Sepertinya sedikit punya kira-kira itu lebih bagus. Well, menurutku mungkin.


Yak. Seperti halnya motor, kami juga menemui banyak sekali orang dalam perjalanan singkat kami ke Mushola. Hzzzzz. Bener-bener pusing.
Gue juga gak begitu paham ya dengan adanya orang yang mendadak jadi begitu banyak. Gue menemukan dua kemungkinan di sini.
1. Karena dari semester kemaren gue selalu masuk pagi jadi gak pernah menemukan orang sebanyak ini, atau
2. Memang maba yang masuk tahun ini jauh lebih banyak dari angkatan gue.
Aaaaaaaa seseorang perlu memperjelas masalah ini.
#Sigh
Sepertinya butuh waktu untuk terbiasa dengan kepadatan penduduk yang memusingkan serta untuk berhenti membahas soal ini.

Karena gue udah sholat zuhur, gue memilih untuk menunggu icak di luar Mushola.
Sekalian nemenin si Gamcung yang ternyata memiliki sebuah cerita yakni : "Gue semalem abis mimpi balapan, win.".
Heh? Gue beneran gak nangkep maksud dia.
Okay, we'll talk about him later.
Sementara menunggu icak, gue sempet mengambil beberapa gambar awan di atas atap Kopma (Koperasi Mahasiswa) yang menurut gue berbentuk seperti lumba-lumba.
Ada Lumba-lumba
Yah, tapi sudahlah, jangan terlalu memikirkan masalah lumba-lumba ini.

***

Setelah sholat, kita kemudian menuju ke lantai 3 dan berharap lab udah dibuka. Tapi ternyata belum juga dibukaaaa. Dan kau harus tahu bahwa di lantai tiga ini panasnya nauzubillahi minzalik!
Gue sampe gak tahan nunggu di depan Lab dan memilih melarikan diri ke depan Perpus untuk mencari udara segar. Karena tadi di depan perpus gue sempet melihat ada kipas gede yang sepertinya sangat diperlukan saat ini.
Dan gue memilih menjadi manusia ansos (Menghindar dari obrolan temen-temen gue dan ngibrit ke kipas angin) demi menyelamatkan diri gue dari dehidrasi di tengah kepanasan sosial saat itu *Apakah kau juga merasa ini berlebihan? Kalau Ya, berarti sama seperti Aku*.

Kipas ini bagaikan Oase di tengah padang pasir
Gak lama kemudian, dosenpun datang. Acara ngadem Gue dan Gama di bawah kipas gede pun harus dihentikan. *Kalo lagi autis kita berdua emang kadang cocok. Asal jangan sering-sering aja sih. Huehe*.
Dan Perbendaharaan dosen gue pun bertambah. Sekarang gue tau yang namanya pak Windarto. Beliau mengajar Matkul IT Support di semester tiga ini. Sepertinya orangnya cukup asik.
Di pertemuan pertama, Pak Win memperkenalkan dirinya beserta semua jejaring sosialnya. Juga memperkenalkan materi yang akan dibawakannya.
Terakhir, Beliau mengumumkan kalo 2 Pertemuan berikutnya, ia bakal izin. Yak. Bagus banget.
Akan ada kuliah pengganti lagi dan lagi. Eerrrgh.
(Hanya ini yang paling gak menyenangkan dari absennya dosen).
Pertemuan pertama itu hanya berlangsung selama beberapa menit. Udah.
Bagus kan?

Kami semua pun berbondong-bondong keluar.
Selanjutnya, gue menemani Depi membeli Baterai ponselnya di deket gang sulaiman sementara Icak dan Gama makan sore.
Setelah baterai ada di tangan (Depi), kita berdua kembali ke kampus dan langsung menuju parkiran belakang.
Dan Ketika sampai di sana, gue langsung shock berat.
Yak.
Parkiran belakang sudah tidak sama lagi.
Tidak pernah sama.
Huaaaaaaaaaaaaaa.....

Padahal dulu, parkiran belakang itu adalah tempat parkir yang asik dimana motor pasti aman, gak kena panas dan hujan karena pake atap.
Tapi sekarang???
Jadi gersang dan penuh dengan motor. Gilak banget sumpah!

Begini keadaannya:



Bandingkan dengan yang dulu:

Beda banget kan. Cobalah temukan perbedaannya. Intinya, melihat parkiran baru membuat gue sangat shock.
(Mohon maaf bila gambar yang ditampilkan berkualitas kurang baik).

***

Sorenya, kami menuju labkom untuk memasuki kelas selanjutnya. Oracle: Introduction Bla Bla Bla.
Dan sepertinya dosennya asik sekali.
Cukup bisa dimengerti oleh gue yang setengah-setengah ini.

Hari ini kami hanya berkenalan dan belajar sedikit. Alhasil, yang harusnya pulang pukul 18.50, menjadi maju ke pukul 18.kurang. Hahahahha. Senangnya.


Just take a look at her Cheek
Akhirnya selesai juga hari ini.
Ceritainnya aja cape.
Fiuuuh..
What a long long day.
Dan sekarang saya mau tidurrrr
Zzzzzzzzzzzz

***

Minggu, 19 September 2010

Update 3 Hari Terakhir Liburan

Senin, 20 September 2010

Waah, udah lama banget ga menulis jurnal harian sejak terakhir tanggal 14 September.
Karena baru sempet buka lepi, jadi hari ini saya akan merangkum semuanya.

15-16 September 2010

Hari ini gue ga kemana-mana. Dirumah dan dirumah aja. Cuma beres-beres dan bantuin nyokap nyuci (-.-"). Ketika selesai pukul 4 sore, gue ngecek ponsel dan ternyata ada beberapa SMS yang salah satunya dari Si Inuy yang nanya apa gue ada di rumah atau engga. Tapi pas gue bales, dia gak bales lagi. Setelah itu gue lanjut online sampai malem. Sekitar pukul 7, dia kirim sms lagi yang bilang kalo dia ada di rumah Bella dan minta gue ikutan ke sana.
Karena dia nginep di rumah bella yang notabene cuma berjarak beberapa meter dari tempat gue berada, maka gue segera meluncur ke sana.



Di rumah Bella, tanpa rasa berdosa, kita bertiga berbagi kisah-kisah horor yang lama-kelamaan makin bikin ketakutan. Tapi emang dasar suram, terus aja lanjut itu acara cerita-cerita kismis. Gak nyadar banget kalo itu makin malem dan pasti makin serem. Dan acara itu berlanjut sampe pukul 11 malam. Semua koleksi dikeluarin, dari mulai cerita di kosan inuy dan temen-temennya yang naujubilah seremnya, Gosip-gosip serem di sekitar rumah, sampe cerita-cerita horor di Binus, UI dan IPB. Emang pada ga mikir kalo bakalan pada takut.
Gue juga lupa kalo masih harus lewat jalan sepi buat pulang ke rumah. Yah, walaupun cuma beberapa meter tapi kan tetep aja serem! Dan Bella juga ketakutan sendiri. Apalagi pas disuruh ngegembok pager rumah. Jadi pas dia keluar untuk ngunci pager, gue ikut keluar buat sekalian pulang.
Huaaaa dan gue takut lewat jalanan situ. Karena gue musti lewat depan rumah tetangga gue yang ga ada penghuninya dan katanya disitu ada banyak 'makhluk-makhluk'. Hiiiiii.
Gue sampe bilang ke bokap kalo gue takut pulang.
Alhasil, bokap gue nungguin di luar sementara gue ngibrit lari ke rumah.
Errr.
dan akhirnya, selamat sampai di rumah.

Besoknya, siang-siang, gue kembali bermain ke rumah Bella karena inuy si anak Jatinangor masih ada di sana. Nantinya repot soalnya kalo mau ketemu, dia pasti balik lagi ke nangor beberapa hari lagi. Jadi pas kebetulan dia ada di tangerang, kita harus bertemu. Hehe.
Dan dia ada di rumah Bella sampai sore. Ketika adiknya yang setia menjemput sekitar pukul lima, dia baru pulang.
Dan setelah hujan berhenti (Daritadi ga berhenti-berhenti, gue pun ikutan pulang *Kali ini ga pake ketakutan segala*.
Hueheheheh.


17 September 2010
 Hari ini,ada janji ngumpul bareng temen kongkow kelas 3 SMA. Tapi nanti jam 1 siang.
Maka, pukul 10an, selesai mandi, ketika nyokap nanyain soal janji kita ke salon untuk potong rambut, gue langsung ngajak berangkat saat itu. Kan kita udah janji mau potong rambut dari kemaren-kemaren.
Jadi, kita berdua langsung berangkat setelah mendapat kepastian lewat telepon bahwa salonnya buka.
Yah, walaupun cuma salon rumahan, tapi kan tetep aja harus dipastiin dulu. Kan ga asik, kalo udah cape-cape jalan ke sana tapi ga taunya tutup.

Sampai di salon yang 'lumayan jauh' itu, ternyata udah ada orang yang juga lagi potong rambut dan catok rambutnya. Dan itu agak lama ya nungguinnya. Untung aja cuma satu. Kalo ada lima sih mendingan gue pulang aja. Secara yang kapsternya cuman atu gitu.

Tersangka yang dicatok
Setelah doi selesai, kini giliran gue. Gue pun langsung menunjukkan model  yang gue inginkan dari ponsel.
Dan diapun beraksi menggunakan gunting ajaibnya secepat kilat. Wiii tau-tau selesai aja. Kemudian dia menyatok rambut gue. Sempet pengen protes juga sih karena gue takut rambut gue kenapa-kenapa kalo kena alat catok. Karena gue emang paling anti sama alat-alat panas semacam setrikaan. *Tapi kalo setrikaan si mau-ga-mau ga boleh anti*. Tapi (lagi) itu setrikaan bukan buat rambut loh. Buat baju maksudnya.

Selesai catok mencatok, kini giliran nyokap yang digunting-gunting *Rambutnya*. Dengan Afgan sekali, tanpa ampun dia mempergunakan itu gunting untuk membabat rambut nyokap. Nyokap gue mah pasrah aja. -__-"
Nyokap gue rada pasrah ya sepertinya

Tapi lumayan bagus juga sih potongan nyokap. dan potongan gue juga lumayan, walaupun lebih pendek dari permintaan. Tapi... Tapi yodalah.
Pamer dikit

Pukul setengah dua, gue berangkat ke rumah Tika untuk bertemu para teman kongkow gosip. Anggotanya: Gue, Tika, hanul, Nisa dan Decil.
Tapi hanul hari ini ga bisa dateng. Banyak bener tu anak alesannya. Haduh.

Alhasil kami hanya berkumpul berempat.
Sampai di sana, ternyata decil dan nisa belom dateng. Padahal tadi si nisa udah sms-sms gue nanya-nanya apa gue udah sampe. Gue pikir dia udah sampe duluan. Gak taunya belom. Hmmmm...

Pukul 2 kurang sepuluh menit, mereka berdua baru dateng.
Dan mulailah acara chit-chat dan rumpa-rumpinya.
Si Nisa sang ketua gosip emang ga berubah cablaknya. Gue heran, tar jadi bidan macam apa ya itu orang? Ibu hamil pada mules ngeliat dia kali bukan gara-gara kontraksi.
Hwehehehhe. Piss bu calon bidan!

Setelah itu, chit-chat dilanjutkan sambil main uno.
Gak bisa dijelaskan mengapa  main uno bisa seberisik itu. Apalagi ketika si nisa kena +16 dan harus ambil 16 kartu. dia jadi musuh bersama karena gayanya yang minta dicium aspal dan selalu bilang "ga pinter-pinter si lo". Alhasil kita bertiga puas banget ngetawain dia yang kalah. Huaha. Makanya kau, jangan sombong ya. Hihi. '-'v
Nisa - Bu Calon Bidan yang berbaju merah
Decil= Desi

Ayo 'minum' des!

Sorenya, decil yang katanya kemaren magang di sindo, mentraktir kita makan mie ayam gang langgar. yeeeiii!!!!
go decil!

***

Hari ini hari pertama kuliah setelah tiga bulan liburan. tapi gue tetep aja masih pingin libur lagi *Dasar manusia*. Apa lagi dua hari sebelumnya gue merasa ga sehat. Kepala gue sakit ga sembuh-sembuh. Hueeeee.
Tapi alhamdulillah hari ini saya sudah sehat.

Horeee!
Ayo semangat Kuliah!
Bisa ga ya?
Hoho.

***

Jumat, 17 September 2010

A day wid Nyokap

Selasa, 14 September 2010

Hari ini, karena ga ada janji sama temen dan akibat kebosanan maksimum gue dirumah, akhirnya gue mengajak nyokap untuk jalan ga jelas ke Blok M. Yak, Blok M memang selalu menjadi tempat pelarian yang lumayan asik karena cukup luas dan ga bakal kelar kelilingin itu tempat dalam sehari. Sounds great, right?

Dan ternyata nyokap mau juga diajak bergeje ria! Yes!


Pukul 1 siang kami berdua berangkat. Tentunya menggunakan angkot. Yaiyalah. Secara kita berdua suram semua, ga ada yang bisa bawa motor. Apalagi mobil. Hiaaaah terpaksa lah harus ngangkot kemana-mana. Hmmm...



Tapi ternyata jalan menuju Blok M lancar banget!!! Sepertinya suasana sepi jakarta masih terasa di hari ke 5 lebaran ini *Seenaknya*.

Sampe sana muter-muter ga jelas di Blok M Square dan BlokM mal untuk mencari gelang yang lumayan gue incer. Dan akhirnya dapet di pedagang yang mangkal di deket Food Court seharga 10ribu -> dapet 4. Ayei!

Setelah itu kita cari makan sekitar pukul 3. Dan kau tahu? Ternyata ngantri untuk pesen makanan di K*C hampir sama seperti ngantri BLT!!! Sungguh hebring sekali sodara-sodara!
Yang lebih gila lagi. Gue baru sadar berada pada antrian yang salah setelah gue berada di tengah barisan. Gue baru nyadar kalo ternyata kasir di depan barisan tempat gue antri itu leletnya naujubilah!
Bahkan. orang yang datang setelah gue aja lebih pintar dari gue. Dia cepat menyadari ketidakberesan si kasir di barisan gue, dan dia segera pindah ke antrian sebelah dengan kasir yang lebih sigap. Nah gue malah baru sadar ketika itu mas-mas yang tadinya ngantri di belakang gue, langsung maju dengan cepat dan ngebalap gue begitu pindah ke barisan sebelah!
Dia udah bisa memesan sementara masih ada 2 orang lagi di depan gue.
KENAPA GUE BISA GAK SADAR SIH?????? Sumpah terlalu banget nih.
Itu mas-mas juga jahat ya ga bilangin gue.
(Lho?? Emang Siapa Gue??)

Ngantrinya luar binasa.
Mas-mas berjaket ijo yang cepat tanggap. Sayang wajahnya kena sensor.


Dan setelah penantian yang panjang, dengan omel-omelan dari belakang gue yang ditujukan kepada ibu-ibu yang  ngantri tepat di depan gue karena mesennya lama benget, akhirnya gue bisa sampai juga di depan kasir dan bisa pesan makanan dengan cepat, singkat, padat dan jelas *Takut diomelin juga soalnya*.

Sayangnya makanannya gak sempet kefoto. Soalnya udah kelaperan akibat kelamaan ngantri.
Haahahahahah.

***

Setelah makan, kami keluar dari tempat itu dan berjalan tanpa arah ke arah tangga yang tembus ke sebelah Blok M Square. Karena hujan yang sejak jam 2 an turun deres banget itu belum berenti sepenuhnya alias masih gerimis, kita berdua memutuskan untuk masuk lagi ke Square.
Dan di sana, ketika baru turun dan mau masuk, kita ketemu seorang tetangga yang katanya punya toko di situ. Dia kebetulan mau ke mushola di bawah dan ngeliat nyokap gue. Alhasil, Dia mengundang kita untuk mampir. *Cieilah gaya gue*. Tapi karena gue dan nyokap belum sholat ashar, jadi kita mau ke masjid atas dulu sebelum ke toko dia.
Kami pun menuju lift.
Tapi setelah ditunggu-tunggu, itu lift naik turun naik tapi ga ada yang kebuka karena penuh terus! Akhirnya kita menyerah dan mencari mushola lain di lantai bawah yang menjadi tempat tujuan tetangga gue tadi itu.
Setelah tanya sana sini, akhirnya ketemu juga. Ini dia:
Mushala minimalis. Banget.

Abis sholat, gue dan nyokap ke atas untuk mencari lapak lukisan tetangga gue. Ternyata dia ada di lantai dasar. Di pinggir-pinggir gitu. Gue aja baru tau kalo di situ ada lapak-lapak lukisan. Norak juga ya gue.
Lapak Lukisan Tetanggaku - Maaf agak kurang fokus
Seniman


Setelah nongkrong di sana selama beberapa lama, menonton orang ngelukis dan memandang lukisan-lukisan yang dipajang disana, dan setelah menghabiskan teh botol yang disuguhkan si empunya toko *Aus, mba?* akhirnya kami mohon diri. Karena udah semakin malam dan takut ujannya makin deres.

Dan bener aja. Rintik-rintik hujan yang cukup deras ketika kita menuju terminal, makin bertambah deras begitu kita sampai di terminal.
Dan sempet ada kejadian dikenain payung basah pula sama orang. Untung jutek gue ga kumat saat itu. Yah, masih suasana lebaran... Sabar dikit lah ya... *Tarik nafaaaas.... Embuskan...*.

Yak, dengan berjubel-jubel di pinggir terminal yang sedang diguyur hujan, kami bersama para calon penumpang lain menunggu kedatangan bus yang sepertinya agak jual mahal saat itu. Untungnya disitu ada atapnya. Kalo ga, selesailah sudah.
Dan beberapa saat kemudian, bus yang gue tunggu pun datang. Untungnya (lagi), sopir bus itu berbaik hati menghentikan busnya di depan kami. Jadi tak sia-sia kami menerobos hujan demi menaiki bus itu. Waw, sudah jadi idola rupanya.
Pemandangan dari dalam Bus Mini
Basah

Dan di perjalanan, ternyata ada genangan air dimana-mana.
Sempet dapet kejutan pula ketika ada motor ngebut tepat di samping bus yang gue naikin. Kebetulan, gue yang berada di depan pintu, kena cipratan air yang lumayan aja gitu ya dari genangan air di jalan. Thank The rider. NICE.


Banjirnya dahsyat.

Sekian reportase dari saya di hari gue bersama nyokap ini. Karena jalan menuju rumah gue digenangi banjir, dan ga ada ojek pula (udah Banjyirr, ga ada ojyekk. Pas banget nih timingnya), jadi gue harus mencari jalan lain.
Oke, see you! Gue mau pulang dulu ya!

***