Minggu, 29 Juli 2012

Daily Quote of Coder yang tertunda


Quote hari ini:

Jurnalis pun tetep harus bisa ngoding

Okay.
Challenge Accepted!

Demi ES KOM!

***

Money Can't Buy Everything :)

Sabtu, 28 Juli 2012

Masalah satu ini cukup membuat gw tergelitik untuk berkomentar.
Gimana engga?
Setiap kumpul bareng sama anak-anak itu, masalah ini selalu ikut-ikutan keserempet dan dibahas terus. Dan yang membuat gw gatel adalah, gw sama sekali gak setuju sama pemikiran mereka.

Apa sih masalahnya?

Alkisah, salah seorang temen gw, si X dahulu pernah menjalin hubungan dengan Y dan suatu hari mereka putus. Sebenernya putusnya juga udah cukup lama. Makanya ga ngerti juga kenapa masalah ini masih sering diungkit-ungkit. :))

Masalah bermula ketika anak-anak bertemu dengan si Y yang sekarang sudah terlihat mapan, sukses, dan mempunyai masa depan cerah.

Langsung deh mereka ribut ngebahas hal ini di depan X.
Mereka menganggap si X melakukan kesalahan besar dengan melepaskan si Y yang sukses dan punya masa depan cerah itu.
Sebenernya sih waktu X dan Y masih pacaran pun, menurut gw Y udah cukup sukses walaupun belum sesukses sekarang. Jadi sepertinya perbedaannya ga terlalu signifikan.

Gw tau omongan mereka punya kadar bercanda lebih banyak dibanding seriusnya. Tapi menurut gw udah agak keterlaluan ketika di twitter mereka menyalahkan si X secara bertubi-tubi dan memojokkan dia. Apalagi menurut gw, apa yang mereka katakan itu ga sepenuhnya bener.
Gw pun merasa harus ikut berkomentar. Gw menyuarakan pendapat gw agar mereka semua baca.

Sebenernya gw ga mau ribut.
Tapi tetep gw juga harus kasih tau ke mereka kalo apa yang menurut mereka benar, belum tentu benar juga menurut orang lain.
Mereka semua temen gw. Itulah alasannya kenapa gw ga bisa diem gitu aja.
Mereka harus tau kalo mereka itu salah. Karena temen, gw ga bisa membiarkan mereka tenggelam dalam pemikiran yang menyimpang. Mereka harus dibawa ke jalan yang benar. :))

Di sini gw sama sekali ga ada niat membela X.
Masalahnya, menurut gw, mau lanjut atau pisah, semua murni hak si X dan ga bisa diganggu gugat oleh siapapun. Toh yang merasakan kenyamanan bersama si Y itu kan dia. Bukan outsiders yang (pastinya) gak tau gimana kehidupan X dan Y serta seperti apa sifat asli Y. Bahkan para klompencapir (kelompok pencela dan pencibir) itu cuma liat dari luar aja.
Jadi menurut gw apapun alasannya, mereka sama sekali ga ada hak untuk mengintervensi. Bahkan memojokkan (meskipun cuma bercanda).

Ya, gw pun gatau masalah apa yang sebenarnya mereka hadapi, tapi apapun itu, gw yakin pasti cukup prinsipil. Kalo engga ga mungkin mereka sampe putus. Dan pastinya si X juga udah berpikir masak-masak sebelum membuat keputusan.

Terlepas dari X adalah temen gw (atau bukan pun), gw harus katakan bahwa gw salut dengan keputusan yang dia ambil.

Dia ga takut mengambil risiko berpisah dengan si Y yang notabene kariernya udah mapan.
Dia berani putus dengan mantannya ketika dia merasa ada masalah diantara mereka (walaupun notabene si Y punya masa depan cerah).
Tau dari mana ada masalah di antara mereka?
Setiap manusia pasti punya masalah.
Silakan bilang gw sotoy (kalo pendapat gw salah) tapi ketika mereka memutuskan untuk berpisah, rasanya ga mungkin bila tidak ada satu pun masalah di antara mereka.
Ga mungkin juga dong, ga ada apa-apa, ujug-ujug putus gitu aja. Ga ada juga orang yang menjalin hubungan dengan tujuan pengen berpisah. :|

Yang membuat gw salut, menurut gw, keputusan yang diambil oleh X menghantarkan dia masuk ke dalam kategori cewek yang gak materialistis. Yang tidak hanya menilai seseorang dari materi.
Dia bisa mengenyampingkan fakta bahwa si Y udah mapan, sukses dan bisa tetap kekeuh memutuskan untuk pisah ketika ada hal lain yang membuat dia tidak nyaman dalam hubungan itu.
Gw aja belum tentu bisa mengambil keputusan seperti yang dia ambil.

So that's a great thing!
Makanya gw berusaha membela keputusan dia yang unfortunately saat itu disalah-salahkan segala.

***

Tapi masalah ga cuma berhenti sampai di situ. Anak-anak pun ga setuju sama pemikiran gw bahwa cewek yang menomorsatukan materi itu adalah cewek matre.
Menurut mereka, materi itu penting dan mereka sama sekali ga setuju kalo orang yang mengutamakan materi itu dikategorikan matre.

Apa seseorang yang menomorsatukan materi itu ga bisa dibilang matre?
Lho.

Lalu apa yang bisa dijadikan parameter untuk menggolongkan sesorang ke dalam kategori Materialistis?

Buat gw, menomorsatukan materi dan mengenyampingkan segalanya = matre. titik.


-Mohon maaf sebelumnya, kalimat-kalimat selanjutnya bisa jadi cukup frontal.-


Cewek yang mau jalan sama om-om tua, gendut, dan hidung belang tapi tajir, apa namanya kalo bukan cewek matre?
Cowok muda yang mau nikah sama cewek yang umurnya ga jauh beda sama ibunya tapi punya kekayaan bermilyar-milyar itu apa coba namanya kalo bukan matre?
Mahasiswa yang mau jadi temen jalan tante-tante kaya yang bahkan dia ga kenal itu namanya apa kalo bukan matre?
Cewek yang terus-terusan bertahan sama cowok yang kariernya bagus walaupun mereka ga punya kecocokan sifat sama sekali dan setiap hari berantem terus itu juga bukan matre? Cinta mati kah? Kalo cinta ga mungkin mereka berantem terus kan.
Well, balik lagi kalo cuma mementingkan materi tok dan mengabaikan yang lain, buat gw ga lain dan ga bukan adalah matre.
Perlu digaris bawahi disini, "Menomorsatukan materi dan mengabaikan hal lainnya". Itu yang masuk ke dalam katerogi matre dalam versi gw.

Memang pekerjaan/karir itu penting. Gw pun ga mau punya suami males, pengangguran, dan yang ga mau usaha.
Tapi karir juga bukan segalanya.
Masih ada hal lain yang ga kalah penting. Seperti agama, fisik, kecocokan, sifat, dan kenyamanan. Mungkin masih banyak lagi selain 3 hal itu yang perlu dipertimbangkan sebelum materi.
Bukannya sombong.
Tanpa uang, kita memang ga bisa beli apa-apa. Tapi ada juga yang ga bisa kita beli dengan uang.
Apa bisa menyembuhkan sakit hati dengan cara membeli hati baru pake uang satu kantong plastik?

Mungkin mereka-mereka itu mau punya pasangan yang super kaya tapi cuek, ga pedulian, dan sifatnya jelek.
Mungkin mereka juga mau punya suami/istri kaya raya yang setiap hari kerjaannya bikin pasangannya sakit hati.
Tapi orang lain belum tentu.

Buat gw, materi memang penting, tetapi bisa hidup dengan damai itu lebih penting.

Dan lagi hidup itu yang penting kan berkecukupan ya, nek...
Cukup buat beli semua yang kita mau. #Eh.
Lagi pula, kalo mau mengejar materi kenapa harus mengandalkan orang lain? Padahal kita sendiri pun bisa berusaha mendapatkan apa yang kita mau tanpa harus bergantung pada orang lain (apalagi yang belum tentu cocok sama kita).
Ya ga sih?
:D

N.B:
"Tulisan gw di atas sama sekali tidak bermaksud menyinggung orang lain.
Ini murni bertujuan menyampaikan pendapat gw pribadi.
No hard feelings. Untuk yang tidak setuju akan pendapat gw, silakan lanjutkan pemikiran yang anda anggap benar Gw ga memaksakan anda untuk menyetujui pendapat gw dan gw pun ga memaksakan anda untuk berpikir seperti gw. :)"

Terima kasih untuk yang telah membaca post ini dari awal sampai selesai. :*

***

Jumat, 27 Juli 2012

Trip to Bogor


Dalam rangka (berasa teks pidato pake dalam rangka segala) menyambut bulan ramadhan, rencananya waktu itu kami berlima berniat mengadakan acara  main-main bareng. 
Ga nyambung sih emang karena sebenernya ga menyambut bulan ramadahan juga. Cuma pengen aja jalan-jalan sebelum puasa. :p
Tadinya mau jalan-jalan di dalam kota aja kemana gitu, cuma karena belum diputuskan, ketika chatting bareng-bareng via YM, tau-tau malah ada yang mencetuskan ide jalan ke bogor.
Dan ide tersebut disambut dengan suka cita. Jadilah hari ini kami berangkat ke Kebun Raya Bogor.

Maksud dari 'hari ini' yang tertulis di atas itu sebenernya tanggal 19 Juli 2012. Ngepostnya sih ga tanggal segitu. Maklum lah blogger males yang ga boleh tidur cepet ini selalu telat dapet inspirasi. :p

Well, perjalanan ini kami mulai dari stasiun Gambir dengan menumpang KRL Commuter Line jurusan Jakarta Kota - Bogor Pukul 11:15.

Tiket KRL Commuter Line ini amat sangat terjangkau sekali. Untuk kelas KRL AC, harga liketnya hanya Rp 7000. 
Jadwal KRL Commuter Line bisa dilihat di sini: http://www.transportumum.com/jakarta/kereta-jabodetabek/ 

Nunggu Kereta 



Gak dapet kursi :((
Ternyata kami tidak cukup beruntung siang itu penumpang kereta cukup padat dan 3 diantara kami harus berdiri.
Si Melsha begitu masuk langsung dapet tempat duduk. Gw musti berdiri sampe beberapa stasiun dan si Denis, sampe setengah jalan lebih baru dapat tempat duduk. Yang paling kasian itu si Gama sama Adit. Dari Gambir sampai Bogor mereka berdiri terus. #pukPukGamAdit

Perjalanan dari Gambir menuju bogor menghabiskan waktu hampir satu jam.
Dari stasiun Bogor, untuk mencapai Kebun Raya kami mencari angkot 03.
Jaraknya ga terlalu jauh. Tapi ya lumayan juga sih kalo jalan kaki.
Karena angkot 03 itu gak lewat depan gerbang Kebun Raya, cukup turun di pertigaan Ramayana.
Tarifnya Rp 2000 saja.
Dari tempat kita turun, cukup belok kiri dan jalan sedikit, kita akan sampai di depan kebun super besar itu.

Numpang foto
Danau Istana. Penuh teratai >.<



Sadako


Setelah capek berkeliling dan berfoto bersama, pukul 5 sore kami keluar dari KRB dan kembali ke stasiun.
Beruntungnya, kebetulan di stasiun itu ada kereta menuju Jakarta yang siap (sebentar lagi) berangkat. Jadi kita ga perlu nunggu lama. Dan kereta itu lengaaaang sekali~
Kita semua dapat tempat duduk.
Lagi-lagi cuma bayar Rp 7000~
Eaaa 1
Eaaa 2

Pertunjukan di dalam kereta #palmFace

Buah tangan untuk melsha ;))

Kereta lengang, Semua senang.
Well, itulah sekelumit kisah perjalanan kami. Semoga bisa memberi pencerahan bagi yang ingin bepergian dari Jakarta menuju Bogor dengan kereta Api.

Selamat bersenang-senang!

Tangerang, 28 Juli 2012.

Selasa, 17 Juli 2012

'Shoe' lover

Senin, 16 Juli 2012


Buat gw memilih pasangan sebelas dua belas dengan memilih sepatu.

Bukan, bukan karena tipe cowok yang gw suka itu yang mukanya mirip sepatu.

Lebih karena gw melihat adanya kesamaan diantara keduanya (perlu ditegaskan: Ada Kesamaan).

Kesamaan yang paling krusial menurut gw adalah keduanya harus yang bener-bener pas.
Pake sepatu kekecilan pasti ga enak, kan? Yang ada malah bikin kaki lecet.
Pake sepatu yang kebesaran juga ga enak buat jalan.
Untuk bisa jalan dengan nyaman, sekali lagi harus dengan pasangan (dan sepatu) yang pas.

Dan dalam dua hal ini gw rasa kesulitannya pun (hampir) sama.
Memilih sepatu juga (kadang) sama sulitnya dengan memilih pasangan.




Untuk memilih sepatu, ada 3 kriteria yang harus dipenuhi.
Ukuran yang pas, model (bentuk, warna) yang sesuai dengan selera, dan harga yang cocok dengan kondisi keuangan.


Kenapa harus sepatu sih? Kenapa ga baju?
Emang iya untuk memilih baju juga kita pasti milih ukuran, model, dan harga yang cocok. Tapi perbedaannya, dengan memakai baju yang ukurannya lebih besar dari ukuran kita sebenarnya, kita masih tetap bisa merasa nyaman. Ga masalah dan tetep asik.
Beda dengan sepatu. Untuk bisa jalan dengan nyaman, kita harus menggunakan sepatu dengan ukuran yang bener-bener pas. Ga bisa di tawar-tawar lagi.

Terus kenapa harus dianalogiin sama milih pasangan? Emang apa nyambungnya?
Well, namanya juga random thought.
Karena gw merasa keduanya punya kesamaan dan gw karena gw juga merasa keduanya punya tingkat kesulitan yang cukup tingga maka puf! Lahirlah tulisan ini.


***

Sering kali, ketika gw ada di toko sepatu, gw menemukan satu sepatu yang modelnya oke banget (menurut gw) dan pas dari segi harga.
Tapi ketika mau dibeli, ternyata toko itu sudah ga punya stok ukuran gw.

Dan dari sekian pasang sepatu di toko itu yang ukurannya pas dengan kaki gw, ga ada satupun yang modelnya gw suka.
Miris ya?

Sebuah dilema. Kalo gw tetep beli sepatu yang gw suka namun ukurannya gak pas, akan timbul masalah juga di belakang.
Tapi apa iya gw tetep harus memaksakan mengambil sepatu yang pas dengan ukuran gw namun dengan model yang ga gw suka?

Namun walau begitu, kadang kita juga perlu menerima kekurangan dari barang yang ada. Kalo udah cocok banget, walaupun kotaknya udah ga ada, banyak orang yang masih mau beli barangnya.
Kebetulan gw bukan tipe orang yang gila kotak. :p

***

3 kriteria dalam memilih sepatu tadi bisa dijadikan cerminan kriteria dalam memilih pasangan.
Menurut gw, model bisa merepresentasikan sifat dan outer (tampilan luar. daya tarik fisik).
Dan harga bisa diibaratkan sebagai faktor luar misalnya restu dari orang tua dan teman.
Yang terakhir, Ukuran mencerminkan perasaan.

Dan memang ketiganya harus terpenuhi meskipun masing-masing ga full 100%.
Untuk memilih orang yang tepat, musti ada kecocokan sifat, harus ada ketertarikan meskipun cuma sedikit, harus ada restu dari orang terdekat, dan yang pasti harus ada rasa dari kedua belah pihak. Pihak yang lo sukai minimal harus punya rasa juga ke lo. Ga bisa kalo cuma satu pihak yang suka atau cinta. Itu namanya bertepuk sebelah tangan. Ga akan bunyi.

Tapi kita juga perlu ingat, karena manusia ga ada yang sempurna, kita juga harus menerima kekurangan yang ada di setiap manusia. Yang ada di calon pilihan kita.
Itu tadi, tiap faktor ga perlu 100 % karena pastinya akan ada kekurangan dari masing-masing pribadi. Dan selama kekurangan itu masih bisa ditolerir kenapa tidak?
Dan yang paling ganteng adalah kalo bisa mencintai kekurangan tersebut sehingga di mata kita hal itu tidak lagi terlihat sebagai kekurangan.

***

Mungkin terlihat absurd menganalogikan metode memilih pasangan dengan 'sepatu yang notabene bisa dengan gampang diambil di toko'.
Well, kenyataannya buat gw, kedua hal tersebut memang ga mudah.
Me doesn't simply take a random pair of shoes from the store rack and wear it everyday.
Buat beli sepatu, gw perlu mikir berkali-kali dan melewati pertimbangan-pertimbangan yang ga cuma satu. Apa sepatu ini nyaman? Apa sepatu ini cocok di kaki gw?  Warna apa yang paling pas buat gw? Dan lain-lain, dan lain-lain.

Buat milih sepatu aja segitu ribetnya, apalagi pasangan?

Di situlah masalahnya.
Seperti yang gw bilang tadi,
Sebelas dua belas.
*Angkat bahu*

***

Source Gambar: http://lovemelovemyshoes.files.wordpress.com/2011/08/christian_louboutin_shoes1.jpg

Senin, 16 Juli 2012

Day 7 UAS on 6th Semester - KomGraf

Komputer Grafik

Senin, 16 Juli 2012

Kali ini gw harus terima menjadi korban kesewenangan para pejabat kampus yang menunda UAS karena adanya Pilgub DKI.
Well, karena ga bisa protes, gw dan ratusan korban lainnya hanya bisa terima.
*Mahasiswa jaman sekarang*
*Kalo koko soe hok Gie liat gw pasti dia nangis darah dan langsung berorasi*

Well, UAS Komgraf tadi lumayan lancar sih walaupun ada beberapa bagian yang ga gw kerjain karena waktunya udah mepet.

Inilah hasil karya gw yang hina.
Gimana? Keren ga?
Pfft.



Itu pun cuma sempet jepret pake kamera hp dan beruntung sempet jepret karena saat itu kebetulan batre hp gw udah kosong .
Sebenernya sih ada softcopynya. Tapi masih di FDnya dennis. Hahaha. Bodoh memang lupa bawa FD.

Well, dengan UAS komgraf ini, secara resmi, UAS gw di semester 6 ini berakhir. yang notabene, menjadi UAS terakhir gw di masa perkuliahan ini :').
*Ada sapu tangan ga? Tisu mana tisu?*

Yah, memang setelah ini gw udah ga ada UAS-UASan lagi.
Alhamdulillah, di semester 6 ini, semester paling nyantai, gw bisa dapet nilai yang tergolong maksimal. :')
Entah kenapa bisa begitu. Ga bermaksud sombong loh ya ini. :p

***

Hmm...
Dengan berakhirnya UAS, berakhir pula masa semester 6 dan masa kuliah gw.

Kini gw dihadapkan pada masa skripsi yang (sepertinya akan) menguras tenaga dan keringat.
Doakan lancar yah, sahabat blogger. :D *Sejak kapan tiba-tiba jadi ada sahabat blogger?*

Terima kasih.
Lain kali akan saya upload kenangan semasa kuliah.
Ciao!

***

Selasa, 10 Juli 2012

Day 6 UAS on 6th Semester - PBJ

Percakapan Bahasa Jepang 

Rabu, 10 Juli 2012

Uas kali ini adalah uas tercepat dalam sejarah per-UASan gw.
Gak pake boong dan ga pake lebay.

Jadi karena judulnya adalah mata kuliah 'Percakapan Bahasa Jepang', UAS gw kali ini adalah dialog berdua-dua.
Sistemnya, kita harus ngehafal satu paket dialog untuk disetor di hari H ujian. Dan gw berpasangan sama si Icak.

Adapun (apa banget pake adapun, win) kali ini, ujian kami di mulai pukul 13:30 seperti yang tercetak di jadwal ujian. Harus on time. Ga boleh telat.
Sekitar 13:15, gw sampe kelas dan seperti biasa, dosen jepang gw yang kelewat on time itu udah duduk manis di kursi dosen. :O
Dia bilang ujian bakal dimulai pas jam 13:30 sambil nunggu yang lain juga (kebetulan jam segitu kelas udah lumayan rame meski belum semua hadir).

Tapi ternyata si bapak dosen ngajak mulai saat jam di hp gw menunjukkan angka 13:25. Eaaa...
Kalo kebangetan on time emang gitu tuh. Jamnya dicepetin 5 menit. :))

Jadi karena sebelumnya (di pertemuan terakhir) Pak jepang sudah membuka pendaftaran UAS, jadi urutan maju hari ini udah ditentukan pada saat pendaftaran kemarin.
Me and Icak, got lucky number 10.
Jadi kita maju no. 10.

Setelah si Dhayani maju (no 1) dan Rina juga maju (Urutan 2 atau 3 kalo ga salah), dan 1 pasangan lagi maju, semua nama yang dipanggil berikutnya pass terus karena ada salah satu anggota (atau malah dua-duanya) belum hadir.
Alhasil gw dan icak yang aslinya urutan 10 jadi maju urutan ke 4.

Setelah maju dialog selama beberapa detik (ga sampe 1 menit) plus tanda tangan daftar hadir, kita boleh langsung keluar!
:o



Super sekali si bapaaaaakkkkk >.<
Gw mau banget kalo semua mata kuliah ujiannya begini >.<

Pict : http://missjacqdagreat.wordpress.com/2010/04/25/minna-no-nihongo/

***

Senin, 09 Juli 2012

Day 5 UAS on 6th Semester - SPK

Sistem Penunjang Keputusan 

Senin, 9 Juni 2012


Senangnya punya dosen yang punya sifat terbuka ialah dia ga tertutup soal kisi-kisi ujian. :p *Ditabok *gaPenting
Emang iya, dan begitu pulalah dosen SPK gw ini. Orangnya asik banget. Apa aja cerita dan ga pernah ada yang disembunyiin.
Dan begitu pun mengenai kisi-kisi.
Sama sekali gak pelit! Sampe contoh soalnya pun dikasih.  Yakni 3 buah soal essai yang (jawabannya) panjang-panjang.

Demi kesuksesan bersama, anak KU sempet ngadain belajar bareng SPK juga hari jumat.
Tapi karena gw ada UAS sisdig, jadi ga ikutan belajar. Cuma setor muka, nemenin yang lain belajar SPK sementara gw, rani, dan darius belajar Sisdig.

Baru hari sabtu gw mulai belajar SPK.
Waktu ngerjain soal no 2 dan 3 sih masih cepet. Tapi begitu masuk no 1, inspirasi mulai tersendat. Walaupun susah tapi gw ga bisa nyalahin soalnya, secara gw belajar juga sambil nyambi browsing, chatting, nonton dan lain-lain.
Bahkan sampe tengah malem, gw belum juga bisa menyelesaikan menjawab soal no 1.
Akhirnya paginya gw lanjutin lagi.
Dan sampe siang ternyata satu soal itu baru kelar. Щ(˚Д˚щ)
Bayangkan betapa panjangnya (atau leletnya gw ngerjain) soal itu!!!!

Ga kebayang kalo soal sepanjang itu beneran dikeluarin di ujian. Gimana cara gw menyelesaikan 3 soal essai itu dalam 2 jam? Belum lagi 20 soal PG yang juga harus dijawab.
#sigh.
Tapi rasanya mau bagaimanapun (mau curhat sampe kayak apapun) sepertinya gw harus nerimo apa pun soal yang bakal diberikan.

Setelah selesai belajar Essai, sebenernya gw inget harus belajar teori.
Niatnya sih malem mau ngebut baca ppt. Tapi entah kenapa malam itu mood gw seperti tidak sedang berpihak pada SPK. Dan kerjaan gw cuma nyampah-nyampah ga jelas.
Intinya, main-main nyambi belajar. Belajar sih, tapi cuma 1/sekian kegiatan gw saat itu. Dan yang masuk cuma dikit.
Baru tengah malem gw sadar kalo gw (hampir) belum belajar PG.
Dan semua sudah terlambat.

***

Begitu soal ujian dibagikan (mencoba menciptakan efek dramatis), dan gw intip soalnya, TERNYATA bener apa yang si Ibu bilang. Ada 20 Essai dan 3 PG.
:*
Senangnya ga pake boong2 kayak yang lain. #eh #maksudnya?
Dan yang lebih bikin lga lagi, ternyata soal no 1 ga separah kisi-kisi yang dikasih.
Yang diujiin cuma sekitar 1/3 dari soal kisi-kisi.
 ʃƪ)  Alhamdulillah...

Meski begitu, agak lumayan pegel juga ngerjainnya. Sampe abis 3 halaman folio.
Apalagi no. 3 gw sempet ga teliti jadi harus meriksa + ngitung-ngitung ulang lagi. =.=

Well, untuk mata kuliah satu ini Insya Allah selamat juga lah ya.
\('0')/ Amin!

Nb: Mau share soal tapi agak segan karena puanjang banget. Lain kali aja deh ya gw masukin.
Kalo ada yang butuh bilang aja :p


***

Jumat, 06 Juli 2012

Day 4 UAS on 6th Semester - SisDig

Sistem Digital

Jumat, 6 Juli 2012

Alhamdulillah hari ini belajar kisi-kisi Sisdig sampe hatam.
Hafal mati deh tu pokoknya sama 0 0 1 0 segala macem.

***

Malem bikin rangkuman sama ngerjain rangkaian logika sama gerbang NOR.
Paginya belajar peta karnaugh, PI, diagram blok full adder.
Terus siang ke kampus ngajarin darius sambil gw belajar diagram pewaktu sama rani.
Sebelumnya di jalan juga ngafalin default peta karnaugh.
Dalam perjalanan ke ruang ujian, ngehafalin and or =)) paling basic tapi dihafalin terakhir.

Alhasil, berkat hafalan mati, gw bisa mengerjakan UAS dengan lancar.
Meskipun tangan pegel dan leher sengklek kelamaan nunduk saking lamanya nulis. =.=

Sekarang ditanya lagi juga kayaknya gw masih inget.
Kalo besok sih gatau ya masih inget apa engga. #ditimpuk

***

Dan ini dia Soalnya XD:

1. Gambarkan rangkaian logika ((A + B) . (B + C)) + ((B . C) . (C . D)) <- kalo ga salah XD
2. Ubah rangkaian yang di dapat dari soal No. 1 menjadi rangkaian yang hanya terdiri dari gerbang-gerbang NOR saja.
3. Buat Peta Karnaugh dan SOP sederhana dari F(A, B, C, D) = SigmaM ( @#$%^&^$#^ )
4. Cari PI, PI Essensial, dan Tulisakan SOP Sederhana dari F(A, B, C, D) = SigmaM ( @#$%^&^$#^ )
5. Gambarkan Diagram Blok Full Adder Lengkap dengan tabel kebenaran dan Rangkaian Logikanya.
6. Penjumlahan BCD (ga inget angka-angkanya)
7. Penjumlahan Biner (ga inget angka-angkanya)

Semoga bermanfaat!
Kini ujian gw tinggal 3 lagi. *Ngulet*
Dan masih berharap akan satu hal.
Semoga berhasil.
Amin.
*ga jelas*
*skip aja*

***

Kamis, 05 Juli 2012

Day 3 UAS on 6th Semester - BI & OP

Bahasa Indonesia dan Otomasi Perkantoran

5 Juli 2012



BAHASA INDONESIA

Saat semalem belajar catatan kaki, gw sudah merasakan ke-kederan yang amat sangat. Udah materinya njelimet dan harus teliti, gw belajar malem-malem, sambil online dan ngobrol sana-sini. Jelas aja ga kelar-kelar dan begitu udah tengah malem, gw baru panik karena baru dikit yang gw pelajarin. Bahkan ngerjain 20 soal catatan kaki aja belum kelar.
Alhasil ujungnya gw menyeret temen gw untuk ikutan galau catatan kaki. :))

Akhirnya gw tidur jam setengah 2 setelah menamatkan materi catatan kaki dan daftar pustaka serta melanjutkan baca materi di pagi harinya.

TAPI tetep aja walaupun udah belajar sampe tengah malem, pas ujian gw bingung lagi naro koma, titik dua, titik pas bikin catatan kaki sama daftar pustaka. Otak gw cuma setengah apa gimana ya gatau juga ini mah.
*Jedukin pala ke pundak legolas*

Tapi mungkin gw akan selamat berkat adanya Loc. Cit., Op. Cit., dan Kejepcit itu. :p
Dan juga dengan kekuatan bintang-bintang yang ada di buku presensi Bu Zetty. #gaKalahAmaSelermun

(‾ʃƪ‾)


Amin amin Ya Allah.

=============================================

OTOMASI PERKANTORAN

Balik dari kampus setelah ujian bahasa indonesia yang bikin rambut keriting, sampe rumah, begitu abis ganti baju, gw langsung hidupin laptop.
Niatnya mau belajar Otomasi karena gw belum belajar apapun dari kemarin.
Tapi begitu buka materi, buka file excel, ngeliat rumus, yang ada di pikiran gw, "Duh, rumus ginian entar aja kali ya."
Kejadian selanjutnya, gw tutup lagi itu file latihan excel dan nyari file lain buat gw pelajarin.
File berikutnya yang gw buka adalah word beserta PDF materinya.
Gw

Sore itu gw berangkat ujian tanpa bekal apapun. NOL. Ga inget rumus panjang apapun, bahkan ga bisa bikin halaman. Gw cuma mengharap adanya keajaiban.
Sampe-sampe gw minta doain nyokap gw segala sebelum berangkat. >.<

Dan sampe kampus...


Jengjeng!
Ternyata gw duduk di sebelah Shella!!!!

 ( ʃƪ)

Keajaiban benar-benar terjadi~ 
Dari gw yang gatau apa-apa jadi tau-tau lancar ngerjainnya karena bisa nanya-nanya sama shella >w<
Alhasil selesai semua soal itu gw jawab (insya Allah ga ada yang ketinggalan).
~(''~) (~'')~

Berkat doa dari nyokap nih kayaknya.

***

Rabu, 04 Juli 2012

Day 2 UAS on 6th Semester - Ep

Entrepreneurship

Rabu, 4 Juli 2012

Sebenernya sebelum UAS sempet galau juga gara-gara ga ada bayangan kayak apa soal PG yang bakal keluar.
Dan jahatnya, sang dosen ga mau ngasih kisi-kisi PG sedikitpun walaupun udah diminta-mintain juga. T.T

***

Saat ujian...
Jeng jeng...

PGnya ada 5 soal dan esainya 4.

*sumringah*

Padahal gw udah  takut aja bakal keluar soal PG yang aneh-aneh ga jelas. Tapi ternyata engga. >.<

*tabur bunga*


***

Taim  fooorrr....
Bagi-bagi soal!!!

PGnya yang gw inget cuma 1 soal, karena ini yang bikin gw cukup galau untuk milih antara 2 pilihan:

-Apa hal yang harus dipertimbangkan dalam menyusun rencana bisnis?


Dan essainya alhamdulillah inget semua:

1. Apa pengertian kewirausahaan dan bagaimana cara membangun kewirausahaan di indonesia?

2. Apa yang menuntut adanya kreatifitas dan apa hal-hal yang bisa menghambat dan memancing kreatifitas?

3. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen yang perlu dideskripsikan dalam pembuatan rencana bisnis!

4. Apa hal-hal sederhana yang pelu dilakukan jika seseorang ingin memulai bisnis?


Yang paling konyol adalah ketika gw baca soal PGnya gampang, mata gw secara otomatis ngeliat bobot nilai di atas soal PG.
Ekspektasinya sih bobotnya bakal 70:30 atau minimal 50:50 untuk PG dan essai.
Tetapi sayangnya gw harus kecewa karena ternyata bobot PG cuma 20 dan bobot esai 80!!! HAAAAA are you kidding me??!
Sengaja banget cuma dikasih poin sedikit!
The real PHP deh ih dosen gw mah. =.=

Karena gw cuma ngafalin definisi Kewirausahaan sama analisis SWOT, gw cuma selamet di soal pertama.
Soal no 2 dan 4 gw juga bisa dibilang selamat berkat skill mengarang.
Yang menjadi masalah adalah no 3.
Sebenernya ini soal udah ada di kisi-kisi yang dikasih sama dosen gw, tapi karena jawabannya puanjang buanget nget dan terdiri dari banyak poin dan tiap poin punya anak yang juga berpoin-poin, gw menyerah dan ga ngafalin jawaban soal itu.
Jadilah gw harus mengerahkan kemampuan mengarang level provinsi untuk menjawab soal nomor 3 ini.
Bener-bener mengarang secara random. =.=

***

Well, kalo ngeliat jawaban gw tadi yang cukup lumayan panjang itu sih Insya Allah gw bakal lulus dengan selamat sentosa di matkul ini karena UTS juga udah lumayan dapet A kurus.

Walaupun demi beasiswa, gw masih berharap bisa dapet A untuk KWN... :')
Ga yakin, tapi tetep berharap.

Kuat-kuatan doa aja deh ini mah. :')

***

Minggu, 01 Juli 2012

Little Tokyo Ennichisai 2012 Day II

Minggu, 1 Juli 2012

Tadinya gw kira tahun ini ga bakal bisa dateng ke event satu ini. Tapi ternyata temen gw tau-tau ngajak jalan malem. Aih, sebenernya gw males keluar malem-malem, tapi temen gw ga bisa pergi siang-siang karena harus ke ciputat dulu.
Untungnya dia bisa balik sore dan masih ada waktu untuk jalaan~

Sampai juga kami di Little Tokyo Ennichisai Blok M - Melawai.
Saatnya jajan~
Berasa kurus banget jajan malem-malem gini dong yaa....
Haha.
Yang penting bahagia aja deh. :p

BTW, ini dia keadaan festival di malam hari.

Masih Ramai





Ketemu Lely

Bersama anak Taiko (pasukan lely)

Di akhir acara kebetulan gw dan firly masih sempet lihat hanabi (kembang api) yang guede-guede banget dan super banget. Walaupun liatnya di halte sambil nunggu bis. :|


***