Sabtu, 29 September 2012

Buah tangan dari masa-masa kuliah


Yes. Semester ini, masa kuliah gw memang telah berakhir.
(Arti 'kuliah' dalam kalimat gw di atas itu sebenernya adalah: Kegiatan wajib masuk kelas di waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan dalam jadwal serta mengikuti seluruh peraturan yang ada di kelas tersebut.)
Bener, semester ini gw udah ga wajib ambil mata kuliah lagi.
SKS gw udah mencukupi.

Begitulah, itu berarti, saat ini gw telah memasuki masa penyusunan Tugas Akhir.

Cepet?
Depends on your point of view.


Kalo diliat dari ujung gini sih keliatannya memang cepet.
Tapi kalo di flash back lagi ke masa-masa kuliah selama 3 tahun ini, menempuh satu semester aja rasanya lamaaaaaaaaa banget. >.<
Dan kayaknya juga berliku-likuuuuuuu banget.

Tapi walaupun sulit, akhirnya berhasil lewat juga. :p

***

Sekarang gw mau kasih liat saksi bisu perjalanan gw selama tiga tahun ini.





Hahaha.
Apa sih itu?

Oke gw akan menjelaskan semuanya.

Gambar pertama dan kedua ini adalah kertas-kertas catatan gw dari semua matkul yang pernah gw ambil.
DIKIT ya.
:))
Kayaknya sih masih lengkap dari semester 1-6 karena gw ga pernah buang-buang catetan. Bahkan tiap ada yang minjem, pasti selalu gw tagih-tagihin. #KetauanPelit :p
Gw memang suka nyatet di kelas. Apa yang ditulis di papan tulis, biasanya gw kopas ke kertas.
Bukan karena gw rajin.
Alasannya selain karena gw adalah orang yang super pelupa (baru keluar kelas aja gw bisa langsung lupa apa yang tadi dibahas dosen), gw juga orangnya gampang ngantuk kalo di kelas. Dengan menyibukkan diri dengan catatan, gw bisa terbantu untuk tidak jatuh ke alam mimpi. (karena dosen itu perangainya beda-beda. Kalo ngeliat mahasiswa ngantuk, ada yang terang-terangan nyuruh tidur, tapi ada juga yang langsung ngamuk. Jadi lebih baik jaga-jaga daripada terjadi kiamat kecil).
Itulah kenapa catatan gw jadi ada sebanyak itu.

FYI itu belum termasuk diktat dan buku kuliah loh ya. Ha. Ha. Ha. :|

***

Gambar ketiga adalah materi-materi yang diberikan oleh dosen.
Kebanyakan isinya adalah slide presentasi.
FYI, Semua itu cuma file materi dan project plus tugas-tugas gw. Belum termasuk program pendukung semacam Netbeans, Eclipse, xampp, SQl, dll.

Banyak yah. :p

***

By the way,


Secara teknis gw memang udah ga berurusan dengan tugas-tugas berbau angka yang menuntut ketelitian, paragraf-paragraf yang memaksa untuk dihapal, dan segala macam ujian seperti sebelum-sebelumnya, tetapi sebagai gantinya gw (dan yang lainnya juga) (kami) diharuskan menyelesaikan sebuah project beserta karya tulis dalam waktu 3 bulan.
:|

Sebagai mahasiswa yang 'Terdampar' atau 'Kesasar' di jurusan yang menurut gw adalah 'Dunia lain' plus 'Antah Berantah' ini, Masa TA cukup membuat gw seperti memikul karung segede truk tronton.
Iya.
Masuk semester 7 ini gw bahkan ga punya bayangan sama sekali mau bikin apa.
(FYI, mahasiswa jurusan IT harus membuat sebuah program selain karya tulis yang tentunya juga wajib. Well yes, memang kerjaannya jadi dobel. :| )
Sakitnya lagi, gw termasuk mahasiswa IT yang selama kuliah jarang banget ngoprek koding. Hampir ga pernah ngoding selain pas di kelas atau ngerjain tugas. Dengan kata lain, gw cuma ngoding ketika 'terpaksa' harus ngoding.

Dan kini, baru berasa nyeselnya kenapa dari kemarin ga belajar dengan benar.
Eh tapi sebenernya ga nyesel juga sih karena gw cukup bahagia, di masa kuliah gw bisa ngoding seminimal mungkin. *Toyor

Yah, anggap aja sekarang ini adalah masa penebusan dosa gw di masa kuliah kemarin yang ga pernah ngoding dengan benar.
:'|

Semangat!

Doakan Aku (dan Kami) berhasil tepat waktu, teman-teman!

***

Selasa, 18 September 2012

Kepercayaan

18 September 2012

Gw tau skeptis bukanlah sebuah sifat yang bisa dibanggakan. Gw tau itu ga baik.

Tapi bukankah mereka bilang 'kepercayaan itu mahal harganya'?

Jadi masih salahkah jika gw skeptis akan satu atau beberapa hal?

***

Senin, 10 September 2012

Buku Asli dan Buku Aspal (?)

Jumat, 24 Agustus 2012

Terlalu sering keluar masuk toko buku baik toko buku megah di pusat perbelanjaan maupun toko buku sempit di pinggiran jalan dan baik toko buku baru maupun toko buku bekas rupanya cukup membuat 'intuisi dalam membedakan buku asli dan palsu' gw menjadi sedikit lebih tajam.

Seperti dalam kasus yang gw alami tadi siang di lapak buku-buku murah di kawasan S***n Jakarta.

Gw memang sering menyempatkan diri ke sana untuk hunting buku murah meriah. Biasanya sih gw selalu kesana untuk mencari komik. Tapi ternyata belakangan ini orientasi gw berubah (:p). Saat ini yang ada di list pencarian gw bukanlah komik, melainkan novel. Banyaaak sekali novel-novel baru yang menggugah minat saya ini.

Yap, buat yang belum tau, di S***n ini ga cuma ada buku bekas aja. Koleksi buku baru pun cukup lengkap. Psst... yang paling penting, harganya jauh lebih murah dibanding di toko buku besar!

Terakhir kali gw ke sana, tahun lalu, novel baru seharga Rp 44.000 bisa didapat dengan mudah (tanpa tawar menawar ngotot) dengan harga Rp 20.000. Menggiurkan sekali, bukan?
Kebetulan gw bisa dapat harga secantik itu karena yang jual adalah lapak langganan gw. Hahaha.

Well, tapi sayangnya ketika gw kembali lagi ke sana hari ini, lapak kesayangan gw masih tutup :((. Jadi gw harus meluangkan waktu untuk melihat-lihat buku di lapak lain.

Sebenarnya sih gw bisa dengan mudah mendapatkan buku incaran gw di lapak yang paling dekat dari pintu masuk tanpa harus susah-susah mencari. Tapi sayangnya saat diperhatikan dengan lebih seksama, ada kejanggalan pada buku-buku tersebut dan gw merasa ada yang salah.

Gw pun kemudian mengurungkan niat untuk menebus buku yang sudah ada di genggaman tangan itu dan memilih berlalu mencari buku di lapak yang lain.

Kenapa?
Apa alasannya?
Dimana salahnya?

Well harus kukatakan bahwasanya buku tadi itu adalah buku aspal. Asli tapi palsu. Sekilas sama, tapi sesungguhnya berbeda.
Yes, buku yang gw temui itu memang bukan buku asli dari penerbit melainkan fotokopian. Dengan kata lain, buku itu adalah buku bajakan.
Rupanya tidak hanya satu buku, tetapi buanyak dan tersebar di hampir semua lapak.

Betul sekali. Sekarang ini bukan cuma baju dan tas yang dipalsukan dan dijual bebas. Buku pun udah  banyak banget versi KW-nya. Jadi para 'pemakan' buku yang hobi hunting di kios buku murah sebaiknya menajamkan mata ketika memilih buku. Jangan sampai tertipu membeli buku KW (yang kita kira buku asli) dengan harga yang hampir sama dengan buku asli dari penerbit. Memang sih jika dibandingkan, perbedaan harga buku KW di lapak itu dan buku ori di toko buku besar di mal bisa mencapai 50%. Tapi jika keduanya dibeli di lapak toko buku murah, perbedaan harganya sangaaat tipisss!

Masalahnya, kualitas yang kita dapat ketika membeli buku asli dan palsu itu jauuuuuuuuuh sekali berbeda. Dan yang paling utama, dengan membeli buku bajakan, kita juga merugikan penulisnya. Kan kasihan... :'(

Celakanya, ga semua pedagang buka-bukaan soal kualitas buku yang mereka jual.
Gw memang menemukan beberapa penjual yang ketika ditanya, mereka blak-blakan kasih tau kalo bukunya non-Ori.
Tapi ada pula yang berusaha membohongi para pembeli yang lugu, yang tidak tahu kalo buku yang dipajang itu tidak asli. Ketika ditanya, para pedagang nakal ini malah berusaha meyakinkan gw kalo buku palsu milik mereka itu adalah asli. Sayangnya si abang tidak tahu kalo gw sedang mengetes kejujuran dia... :'(

Mungkin gw cukup beruntung bisa memiliki alarm yang agak sensitif ketika berhadapan dengan buku non-Ori. Sayangnya yang baru gw ketahui, ternyata gak semua orang bisa membedakan buku asli dan palsu. Seperti kesaksian salah satu temen gw yang belum lama tiba-tiba bertanya bagaimana cara mengetahui ciri-ciri buku palsu.
Wah.

Gw terharu saat menyadari bahwa ternyata masih banyak pembaca yang 'ga mau beli buku bajakan' dan 'ga mau ketipu beli buku bajakan'.
Konsumen semacam ini harus benar-menar mengerti gimana cara memilih buku ori. Paling tidak mereka harus tahu kualitas barang yang mereka beli agar tidak terjebak membeli kucing dalam karung.


CARA MEMBEDAKAN BUKU ASLI DAN PALSU

Untuk bisa membedakan buku asli dan palsu sebenarnya tidak terlalu sulit, cukup perhatikan ciri-ciri buku non-Ori di bawah ini:

1. Gambar cover cenderung blur dan tidak tajam.
Sebelum membeli, coba perhatikan dulu cover buku tersebut. Jika gambar yang tercetak tidak tajam atau malah blur, sudah bisa dipastikan kalo buku itu non-Ori. Karena tidak mungkin hal ini terjadi pada buku asli keluaran percetakan.

2. Tidak ada cetakan timbul di cover buku.
Point kedua ini hanya bisa digunakan jika kita sudah pernah lihat versi ori sebuah buku dan tahu bagaimana tekstur cover buku tersebut.
Tapi yang gw lihat, saat ini sebagian besar buku memiliki cover dengan cetakan timbul. Hal ini mempermudah konsumen untuk membedakan buku Ori dan non-Ori karena buku bajakan (saat ini) pastinya tidak akan memiliki cover dengan cetakan timbul. Karena seperti kesaksian salah seorang penjual yang gw temui, 'Membuat cover timbul mahal, neng'. Hihihi.

3. Kualitas kertas relatif kurang baik
Mungkin anda mengira, untuk bisa memastikannya anda harus membuka plastik pembungkus buku tersebut. Namun ternyata tidak sepenuhnya benar. Kita bisa kok melihat lewat plastik pembungkusnya.
Karena biasanya, warna kertas pada buku non-Ori itu sangat berbeda dari kertas di buku Ori. Kertas di buku non-ori cenderung lebih kusam (seperti kertas daur ulang). Lagi-lagi kita diharuskan untuk 'pay attention to details'.

4. Ketebalan buku berkurang
Point ketiga ini sebenarnya berkaitan dengan point kedua. Karena kertas yang digunakan kebanyakan berkualitas rendah yang lebih tipis dari kertas yang biasa digunakan oleh percetakan, maka hal ini berpengaruh pada ketebalan buku.
Jadi, jika anda menemukan buku yang terlihat lebih tipis dibanding buku berjudul sama yang anda lihat sebelumnya, maka buku yang anda lihat terakhir kali itu adalah buku non-Ori. Waspadalah!

5. Jilid buku kurang rapi
Yap. Perhatikan hingga ke detail jilidan buku.
Buku non-Ori sebagian besar kurang memperhatikan bagian ini.
Gw pernah menemukan satu buku yang jilidannya agak menganga. Ada pula yang masih terlihat sisa lemnya.

Susah-susah gampang sih sebenernya. Jujur gw pun masih sering ragu dalam menglasifikasikan sebuah buku itu asli atau engga.
Ketika melihat sebuah buku yang berbalut plastik dengan desain standar, kemungkinan besar kita bisa saja terkecoh akan keaslian buku tersebut. Karena buku palsu memang dibuat semirip mungkin dengan buku asli.
Tapi jika buku asli dan palsu tersebut dijajarkan, pasti kita bisa dengan mudah membedakan keduanya karena buku non-Ori dibuat dengan material yang kualitasnya jauh di bawah material pada buku ori.
Maka jelas, wujudnya akan terlihat sangat berbeda.

***

Setelah membaca ciri-ciri di atas, paling tidak kita akan punya sedikit bayangan mengenai rupa-rupa buku palsu.
Intinya, jika salah satu atau semua ciri-ciri di atas telah teridentifikasi pada buku yang ada di hadapan anda, maka buku tersebut sudah pasti bukan buku ori.

Selanjutnya terserah anda, mau lanjut dibeli ya monggo... Mau ditinggalkan pun juga ga apa-apa.
Semua kembali kepada pilihan masing-masing.

Yang jelas kita semua harus (minimal tau) paham tentang barang yang akan kita beli sehingga tiada dusta di antara kita. Eh maksudnya agar tidak ada lagi yang akan tertipu dan menipu.


Jangan sampai hak kita sebagai konsumen terenggut oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Jangan sampai dengan niat membeli buku ori, anda malah mendapat buku non-Ori karena terjebak dalam ketidak tahuan dan kata-kata manis dari penjual.



Well,  post ini saya buat berdasarkan pengalaman yang saya miliki.
Sama sekali tidak ada tujuan untuk merugikan siapapun.
Murni hanya ingin berbagi pengetahuan dengan sesama konsumen.


Jika tahu sama tahu, baik penjual maupun pembeli ga akan ada yang dirugikan, tho?

Semoga bermanfaat!
Selanjutnya selamat hunting!

***

Kakak-kakak SNSD :3

Senin, 10 September 2012

Sepertinya gw kesambet setan cantik, hingga di sore hari ini, pasca menonton video SNSD, akhirnya gw memutuskan untuk posting sebuah artikel yang menggemparkan.
Rupanya gw sadar telah menemukan penyelesaian masalah pelik yang kemarin-kemarin cukup membuat gw banyak bimbang dan banyak ragu.
Yes. Mengenai siapa member SNSD yang tercantik (versi gw).

Dari dulu gw selalu galau, gw selalu bingung, juga selalu ga bisa memutuskan siapakah yang layak gw beri kehormatan untuk menjadi yang tercantik di mata gw.
Kadang gw berpikir si A yang tercantik, tapi kadang gw berpikir si B yang tercantik, dan kadang gw jadi bimbang karena suatu hari si C terlihat paling cantik.
DAN SEKARANG GW TELAH MEMUTUSKAN.

Maka....
Simaklah, saudara-saudara...

Berikut ini count downnya. (Berdasarkan yang cantik -atas- hingga yang paling cantik -bawah-)

9. Sooyoung
















8. Hyoyeon
















7. Sunny
















6. Yuri

















5. Jessica
















4. Seohyun

















3. Yoona
















2. Taeyeon
















1. Tiffany

















*Selamaaaaaat kepada kakak tiff*


***

Emang iya sih ga penting.
Ga ada hubungannya juga sama TA gw.

Gatau kenapa jadi tiba-tiba pengen posting soal ini. Mungkin karena baru-baru ini aja gw hapal nama-nama membernya. :p

Well, pendapat gw ini memang sungguh sangat subjektif. Hanya berdasarkan penilaian mata gw yang cantik ini. Tanpa ada penelitian dan riset apapun. :|
Bodo amat kalo ada yang ga setuju. :p
Lebih bodo amat lagi kalo ada yang marah-marah. -.-
(Kok jadi nyolot sih? Biarin kek ini kan blog gue)

Sepertinya gw benar-benar kurang kerjaan (gamau mengakui kalo banyak kerjaan).

Ga jelas banget dan sangat menyimpang dari tujuan awal.

Yah, siapa tau pengujinya bakal ngasih liat poto member SNSD terus nyuruh gw nebak siapa namanya pas sidang nanti.
*Garuk tanah*

NB:
Sungguh, sama sekali tak pernah terlintas niat di kepalaku untuk mengubah orientasi blog ini ke arah korea-koreaan.
Sekian dan terima kasih.

***


Pic: http://smindotown.wordpress.com